P1040393 - Copy

Siapa bilang berlibur ke luar negeri harus mempunyai uang banyak? Saya hanya mengeluarkan uang hanya Rp. 1,5 juta utuk menjelajah Singapura. Itu sudah termasuk tiket pesawat pulang-pergi; penginapan; makan; transport; oleh-oleh.

Saya jadi ingat dengan pepatah, “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada jalan.” Kalau kita memang ingin mengunjungi suatu negara bukan mustahil kalau memang kita mau meskipun tak memiliki uang banyak.

Sekarang ini banyak maskapai penerbangan dengan low cost flight. Diantaranya adalah Air Asia, Tiger Airways, Cebu Pacific Air, Jet Star Air. Harga tiket bisa sangat fantastis murahnya. Saya sering baca cerita tentang backpacker yang mendapat tiket pesawat ke luar negeri hanya puluhan ribu saja. Kebanyakan untuk tujuan negara-negara Asia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Hongkong, Macau, Jepang dan Korea.

Saya sendiri, ketika ke Singapura mendapatkan tiket pesawat seharga Rp. 600 ribu pulang-pergi. Indonesia-Singapura, Rp. 145 ribu dan Singapura-Indonesia, Rp. 455 ribu. Dengan biaya tambahan airport tax sebesar Rp. 100 ribu. Namun, airport tax hanya ada di Indonesia untuk negara lain tidak ada. O … iya, saya dapat tiket dengan harga segini, H-2 minggu sebelum keberangkatan lo.

Bisa dibilang waktu itu memang mendadak. Seorang teman keceplosan soal dirinya yang akan traveling ke Singapura bersama adiknya. Sontak saya langsung teriak, “Ikut!”

IMG_20140120_232231

Bicara keinginan ke negara paling terglobalisasi di dunia ini, sebenarnya sudah lama. Setelah berhasil traveling ke Malaysia bareng Ibu dan tante dengan low budget, saya jadi terobsesi buat nginjakin kaki di Singapura. Waktu itu Cuma bilang, “Tahun depan pokoknya ke Singapura, dengan atau tanpa teman sekalipun.” Eh … kejadian. Awal tahun 2014 saya ke Singapura.

Setelah mendapatkan tiket pesawat, saya kemudian mencari informasi mengenai penginapan dan transportasi. Di Singapura banyak hostel ala backpacker. Harganya variasi, antara Rp. 100 ribu – Rp. 400 ribu. Tergantung tipe kamarnya seperti apa. Kali ini pilihan saya jatuh pada Kawan Hostel di kawasan Little India. Dengan harga per malamnya, Rp. 250 ribu.

Finally, tiba pada hari keberangkatan. Saya berangkat sendiri dari kostan ke bandara. Teman saya sudah berangkat duluan, karena pesawat kami berbeda. Saya waktu itu pilih naik taxi dari depan Mall Slipi Jaya. Ongkosnya sampai bandara Rp. 50 ribu. Sebelumnya, dari kostan ke Slipi Jaya saya naik Bus Trans Jakarta, ongkosnya Rp. 3.500. Pesawat yang saya tumpangi nanti akan berangkat pada pukul 18.00 Wib dan tiba di Singapura pukul 21.00 waktu Singapura.

P1040288 - Copy

Setiba di Changi Airport, kami memutuskan untuk bermalam disini. Jangan takut menginap di Bandara Changi. Karena bandara ini menyediakan fasilitas yang sangat lengkap untuk kenyamanan para penumpang. Dari tempat tidur, bioskop, komputer dan internet gratis 24 jam. Maklum, bandara ini menjadi bandara transit bagi warga dunia untuk selanjutnya terbang ke negara tujuannya.

Keesokan paginya kami baru pergi ke hostel. Sebelum itu, kami sarapan di Changi. Kami membeli nasi lemak seharga Rp. 40 ribu dan air mineral Rp. 10 ribu. Harga makanan di Singapura memang mahal.

Untuk pergi ke hostel di Little India kami menggunakan Mass Rapid Transit (MRT) dari bandara. Transportasi berbasis rel ini menjadi salah satu transportasi utama di Singapura karena aman dan nyaman serta memiliki jangkauan luas. Selan itu waktu tempuh yang cepat dan tarifnya terjangkau. Metode pembayarannya ada dua. Yaitu bisa membeli tiket standar yang tersedia di setiap stasiun atau dengan menggunakan kartu yang bisa diisi ulang seperti EZ Link atau NETS Flashpay.

P1040385 - Copy

Untuk wisatawan bisa membeli Singapore Tourist Pass (STP), kartu yang memiliki fitur pemakaian unlimited di sarana tranportasi publik Singapura selama 1-3 hari. Ada tiga tipe kartu STP. Pertama, 1-Day Pass (pemakaian unlimited 1 hari) dengan harga SGD 20. Kedua, 2 Day Pass (pemakaian unlimited 2 hari) dengan harga SGD 26. Ketiga, 3-Day Pass (pemakaian unlimited 3 hari). Semua kartu deposit SGD 10, jika dirupiahkan sekitar Rp. 100 ribu. Kami memihi kartu tipe kedua.

Selama dua hari kami berkeliling Singapura dengan STP. Naik MRT dan bus tinggal menggunakan kartu tersebut untuk membayar. Singapura sendiri banyak tempat wisata gratis. Jadi kami tak perlu merogoh kocek lagi. Hanya kalau untuk makanan memang tergolong mahal. Selain itu sulit mencari makanan halal. Paling bisa makan makanan India dan Malaysia. Untuk menghemat biaya selama dua hari tersebut kami membeli nasi briani seharga Rp. 50 ribu untuk tiga orang. Untuk sarapan, hostel menyediakan roti yang cukup banyak. Kami bebas mengambilnya berapapun yang kita mau. Karena kami backpacker kami mengambil banyak sebagai bekal di perjalanan. Lalu untuk minum, kami memanfaatkan tap water yang tersedia di mushola-mushola Singapura. Sangat hemat.

P1040327 - Copy

Hari kedua di Singapura, saya memutuskan untuk bermalam di bandara. Mengingat jadwal pesawat kepulangan ke Indonesia pada pukul 7 pagi esok hari. Dua teman saya memutuskan untuk menginap satu malam lagi karena jadwal pesawat kepulangannya jam 5 sore esok hari.

Malam itu, Bandara Changi masih ramai. Banyak juga wisatawan yang menginap. Ada banyak kursi yang bisa kami jadikan untuk tidur. Setelah mengembalikan STP, saya mendapatkan uang jaminan SGD 10. Saya memanfaatkannya untuk membeli burger, kentang dan soft drink dengan harga SGD 5 atau Rp. 50 ribu.

Budget Traveling Singapura:

Tiket Pesawat Indonesia-Singapura PP: Rp. 600.000

Airport Tax: Rp. 100.000

Bus Trans Jakarta: Rp. 3.500

Taxi ke Bandara: Rp. 50.000

Hostel: Rp. 250.000

Transportasi: Rp. 160.000

Bus ke Universal Studio: Rp.  20.000

Makan nasi briani 2 kali: Rp. 40.000

Sarapan Nasi lemak + Air mineral: Rp. 50.000

Burger, kentang, soft drink: Rp.   50.000

Damri Soetta – Pasar Minggu: Rp.   35.000

Ongkos Metro Mini: Rp.       3.500

Oleh-oleh: Rp.  150.000

Total: Rp. 1.512.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *